TUMIS GENJER
TUMIS GENJER
Karya : Sugiarti
Hari ini tanggal 14 Maret 2021 ada keinginan untuk pergi ke pasar untuj membeli kebutuhan sayur, ikan, bumbu serta segala sesuatu untuk melengkapi kegiatan masak memasak di dapur. Saat pandemi Covid sekarang ini, menjadi pilihan bijak jika membatasi diri untuk berada di keramaian terutama ke pasar. Pertimbangan kesehatan menyebabkan aku harus membeli berbagai kebutuhan untuk beberapa hari dalam satu waktu. Mengunjungi Fresh Market untuk membeli bebek kesukaan ibuku. 2 kg bebek harganya delapan puluh ribu rupiah, 1 kg ayam harganya tiga puluh dua ribu rupiah sedangkan delapan ratus ons ayam negeri harganya dua puluh delapan ribu rupiah.
Ada tips yang perlu diperhatikan jika akan membeli bebek dengan fasilitas dipotong, maka butuh waktu tiga puluh menit agar bebek yang membeku harus direndam terlebih dahulu agar mudah untuk di potong.
Selesai membeli daging bebek, beralih ke sayur mayur. Ada kangkung, jamur, ada tauge, ada genjer. Bumbu pelengkap yaitu cabe, bawang merah, bawang putih, garam, serta sauri merah serta kerupuk.
Tiba saat di rumah segera ku tanya ke ibu, mau dibuatkan sayur apa. Dengan sigap, ibu langsunh menjawas tumis genjer. Ternyata tumis genjer adalah masakan kesukaan ibu. Genjer mampu mengalahkan berbagai variasi sayuran yang telah ku beli untuk ibu. Ternyata genjer yang murah meriah menjadi pilihan karena ada kenangan yang indah saat makan tumis genjer. Kenangan saat makan bersama ayah ibu saat masih menggarap sawah saat ibu masih kecil.
Kenangan indah yang tak terlupakan, tak terbatas akan harga namun rasa akan selalu ada di hati dalam kenangan manis
Depok
14.3.2021
09.57 AM
Komentar
Posting Komentar